Saat kita merayakan 70 tahun hubungan diplomatik, Dubes Djauhari menyebut bahwa ada banyak hal yang dapat kita nantikan di masa depan.
"Kerja sama politik kita telah berkembang pesat, sebagaimana tercermin dalam pertemuan para menteri luar negeri tahun lalu dan konsultasi bilateral awal tahun ini," ucapnya.
Di sektor ekonomi, total perdagangan pada 2025 adalah sebesar 56,6 juta dolar AS, yang didominasi oleh ekspor Indonesia sebesar 49,5 juta dolar AS. Sementara itu, impor Indonesia dari Mongolia hanya sebesar 6,5 juta dolar AS.
"Kita telah berdiskusi mengenai cara memanfaatkan potensi yang kita miliki bersama dan dari diskusi saya melihat ada tiga bidang di mana kita dapat mencapai kemajuan nyata," ungkap Djauhari.
Pertama, adalah pembelajaran kelembagaan, kedua negara dapat saling belajar dari pengalaman masing-masing dalam hal tata kelola, hilirisasi, dan keberlanjutan.
"Kedua, pendidikan. Tahun ini, program beasiswa Dharma Siswa dan KNB dari Indonesia memberikan prioritas khusus bagi Mongolia. Kami siap menyambut dan memfasilitasi partisipasi yang lebih luas dari para pelajar Mongolia," tambahnya
Ketiga, pariwisata dan hubungan budaya karena baik kepulauan Indonesia hingga wilayah Mongolia, kedua negara menawarkan pengalaman luar biasa bagi dunia.
"Selain itu, kita juga dapat memperluas kerja sama melalui ekosistem halal, pertukaran kuliner, dan program pariwisata. Mari kita biarkan para kreator digital saling menceritakan kisah satu sama lain," ujar Dubes Djauhari.