Gandrung Sewu kemudian terus memperluas makna dan jangkauannya. Pada 2021, tema "Gandrung Sewu Nusantara" menghubungkan warga Banyuwangi di berbagai daerah dan luar negeri melalui semangat pelestarian budaya.
Tahun 2022, "Sumunare Tlatah Blambangan" mengangkat kilau sejarah dan kebangkitan Bumi Blambangan.
Adapun tema "Omprog: The Glory of Art" pada 2023 menonjolkan mahkota khas penari Gandrung sebagai simbol keagungan seni. Pada 2024, "Payung Agung: The Diversity of Culture" mengangkat keberagaman dan harmoni budaya Banyuwangi.
Beranjak ke 2025, "Selendang Sang Gandrung" membawa pesan tentang warisan budaya, cinta kasih, dan perjuangan masyarakat Osing dalam merawat tradisi.
"Tahun 2026, perjalanan panjang itu memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya, Gandrung Sewu digelar pada malam hari, menghadirkan pengalaman berbeda melalui perpaduan seni tradisi, tata cahaya, dan teknologi pertunjukan," kata Ipuk.
Mengusung tema Kembang Dermo, Gandrung Sewu 2026 mengangkat nilai adat dan tradisi yang hidup serta berkembang di tengah masyarakat Banyuwangi.
Pertunjukan malam bertajuk "Gandrung Sewu Glow in the Dark" ini, kata Ipuk, menjadi langkah baru dalam menghadirkan seni tradisi kepada publik tanpa meninggalkan akar budayanya.