Kasus tersebut menjadi salah satu penanganan besar selama Suyudi memimpin BNN dan memperlihatkan pengalaman yang sebelumnya banyak ia dapatkan dalam bidang reserse.
Di luar perjalanan jabatan, Suyudi juga menempuh sejumlah pendidikan untuk mendukung kariernya di kepolisian.
Ia menyelesaikan pendidikan PTIK pada 2003 dan memiliki gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K), Sarjana Hukum, serta Magister Sains. Suyudi juga memperoleh gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara pada 31 Januari 2026.
Dalam perjalanan pengabdiannya, Suyudi juga menerima sejumlah tanda jasa, termasuk penghargaan di lingkungan Polri. Salah satunya adalah Bintang Bhayangkara yang menjadi bagian dari penghargaan atas pengabdiannya.
Dari Kepala BNN menuju kursi Kapolri
Setelah lebih dari tiga dekade menjalani berbagai penugasan di kepolisian, perjalanan karier Suyudi akhirnya sampai pada posisi tertinggi di Korps Bhayangkara.
Namanya diajukan sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Suyudi kemudian menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI sebelum mendapat persetujuan dalam Rapat Paripurna DPR.
Dengan persetujuan tersebut, Suyudi resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026. Ia kini memimpin institusi Polri dengan pengalaman yang sebagian besar dibangun dari fungsi reserse, penugasan kewilayahan, hingga memimpin lembaga seperti BNN.
Perjalanan tersebut membuat karier Suyudi cukup panjang dan beragam. Ia memulai dari penugasan di tingkat bawah, menjalani berbagai posisi di fungsi reserse, menjadi kapolsek dan kapolres, kemudian menduduki jabatan di Bareskrim dan Polda Metro Jaya, sebelum menjadi Kapolda Banten dan Kepala BNN.
Kini, pengalaman lebih dari tiga dekade tersebut menjadi bagian dari perjalanan Suyudi dalam memimpin Polri sebagai Kapolri baru.