Kondisi sang ayah rupanya terus memburuk hingga malam harinya keluarga di Indonesia memberi tahu bahwa pihak rumah sakit meminta persetujuan untuk pemasangan ventilator.

Di momen itulah Fitri menyadari situasi sang ayah sudah sangat kritis. Tak banyak yang bisa ia lakukan dari jauh selain berserah diri dan melangitkan doa di Tanah Suci.

"Aku langsung salat, minta sama Allah, 'Ya Allah kalau memang waktunya bapak harus berpulang, minta tolong banget dicabutnya dengan yang sangat-sangat lembut'," ujar Fitri sambil menahan tangis.

Keesokan harinya pada Sabtu, 7 November 2026, kabar yang paling ditakuti itu akhirnya datang.

Tim medis sempat menawarkan tindakan rJP (CPR), namun pihak keluarga sepakat untuk mengikhlaskan agar tidak menambah rasa sakit pada tubuh almarhum.