"Dokter katanya mau CPR, tapi kalau dipaksakan takutnya rusuknya patah dan detak jantungnya udah sangat lemah. Kita sepakat sekeluarga mengikhlaskan karena bapak udah lama berjuang," ungkapnya.
Satu hal yang menguatkan hati Fitri adalah saat mendengar penuturan keluarga di Indonesia mengenai detik-detik kepergian sang ayah.
Almarhum dipanggil dalam keadaan sangat tenang, tanpa rasa sakit, bahkan sempat membersihkan diri sebelum berpulang.
Mendengar kabar tersebut, Fitri langsung berburu tiket penerbangan untuk mengejar prosesi pemakaman di Indonesia.
"Aku langsung pesan tiket dan alhamdulillah Allah masih ngasih kesempatan, semuanya dilancarkan. Aku minta sama Allah agar sempat melihat bapak dulu sebelum dimakamkan, dan alhamdulillah masih keburu," sambungnya menahan tangis.