NADIKABAR.COM — Nasib tragis menimpa pria bernama Saleh Latuconsina yang bekerja sebagai porter usai terjatuh dari tangga saat berebut masuk kapal di Kota Ambon, Maluku. Perjuangan Saleh dalam mencari nafkah untuk menghidupi keluarga membuatnya mesti bertaruh nyawa.

Saleh terjatuh dari tangga saat hendak melompat masuk ke dalam kapal di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon pada Kamis (3/8). Kisah Saleh viral lantaran di balik aksi nekatnya ada tanggung jawab sebagai suami sekaligus ayah.

"Harapannya uang (dengan bekerja sebagai porter) bisa dipakai nafkahi anak dan istri," ungkap Saleh saat ditemui NadiKabar.com, Sabtu (5/9/2026).

Saleh menyadari pekerjaannya sebagai porter menuntut kesigapan. Dia mesti bersaing dengan porter lain untuk menawarkan jasa mengangkut atau memindahkan barang bawaan penumpang.

"Makanya berebutan naik ke atas kapal lebih cepat itu paling sering, sehingga bisa dapat pikul barang bawa penumpang," ujarnya.

Rezekinya tergantung seberapa banyak penumpang yang digaet untuk memakai jasanya. Jika terlambat masuk ke kapal, Saleh terancam tidak mendapat uang dari penumpang.

"Kalau rezeki bagus uang hasil pikul barang penumpang bisa bawa pulang ke rumah Rp 150-250 ribu, namun ada juga yang tidak bawa uang sama sekali," jelas Saleh.

Situasi itulah yang membuat Saleh beradu cepat dengan porter lain untuk masuk kapal untuk mencari penumpang. Aksi Saleh saat melompat dari tangga hingga terjatuh terekam kamera hingga videonya viral di media sosial.

Peristiwa bermula saat kapal baru saja bersandar di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon sekitar pukul 03.00 WIT. Saleh dan ratusan porter kemudian berlarian menaiki tangga yang akan menghubungkan kapal.

"Porter di pelabuhan 400 orang, makanya harus rebutan naik atas kapal agar dapat barang bawaan penumpang," beber Saleh.

Saleh berada di barisan depan saat porter lain berdesakan di tangga. Seorang porter sempat melompat lebih dulu hingga Saleh menyusul meski tangga belum sepenuhnya terpasang ke kapal.

"Jarak tangga penumpang dengan badan kapal belum menyatu. Karena ada tidak keseimbangan lalu beta (saya) melompat dari tangga ke kapal tetapi terjatuh," jelasnya.

Saleh terjatuh lantaran kakinya tidak sepenuhnya menggapai tangga yang menghubungkan kapal. Dagu Saleh awalnya membentur ujung tangga besi hingga terjun ke dasar pelabuhan.

"Beruntung kepala saya tidak terbentur besi-besi di bawa tangga. Dada saya saja yang terbentur dasar pelabuhan dengan keras," ucap Saleh.

Saleh berusaha bangkit dan berjalan beberapa langkah setelah terjatuh. Dia lantas dibantu polisi, petugas pelabuhan dan porter lain untuk beristirahat di area pelabuhan.

"Karena dada ini su (sudah) rasa sakit sekali lah. Saya memilih berbaring sebelum mobil pelabuhan datang dan antar saya ke rumah sakit," tuturnya.

Setibanya di rumah sakit, Saleh tidak bisa dirawat karena ruangan sudah penuh. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit lainnya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Saya pun kembali ke rumah sakit kedua supaya bisa di-rontgen saja," ujar Saleh.

Saleh sempat terkendala biaya rumah sakit karena BPJS miliknya berstatus nonaktif. Beruntung, dia mendapat bantuan dari warga hingga donasi mengalir untuk biaya pengobatannya.

"Selanjutnya saya menjalani pengobatan kampung di rumah bersamaan, namun sesekali ke rumah sakit untuk rontgen," pungkasnya.