"Semua pasien-pasien yang bisa dikerjakan dengan laparoskopi itu sebenarnya bisa dikerjakan dengan robotik," kata Prof Agus Rizal.

Dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir, operasi robotik juga mulai menunjukkan manfaat dalam penanganan kasus tertentu, termasuk hasil dengan komplikasi yang lebih rendah dibandingkan laparoskopi.

Keberadaan robot dalam ruang operasi mungkin membuat teknologi ini seolah-olah memungkinkan mesin mengambil alih pekerjaan dokter. Prof Agus Rizal menjelaskan kondisi tersebut tidak terjadi.

Robot hanya menjalankan gerakan yang diarahkan oleh dokter bedah. Pergerakan tangan dokter ditransfer ke lengan robot sehingga tindakan yang dilakukan tetap berada di bawah kendali dokter.

Salah satu keuntungan yang dirasakan dokter adalah kemampuan robot memberikan tampilan organ dengan pembesaran dan visual tiga dimensi. Dokter dapat melihat struktur di dalam tubuh dengan lebih jelas selama melakukan operasi.

Robot juga memiliki stabilitas yang tinggi. Berbeda dengan tangan manusia yang secara alami dapat mengalami tremor, lengan robot dapat bergerak dengan lebih stabil.

"Tangan robot ini tidak memiliki tremor sampai kapanpun dikerjakan kecuali memang ada goyangan yang keras dari luar," jelasnya.

Stabilitas tersebut membuat dokter dapat melakukan diseksi dan pergerakan secara lebih halus. Kondisi ini penting ketika dokter harus membedakan jaringan yang perlu diangkat dengan jaringan yang masih ingin dipertahankan.

Prof Agus Rizal menjelaskan teknologi robotik memungkinkan dokter melakukan pemotongan jaringan secara lebih presisi sehingga jaringan yang masih dapat dipertahankan bisa diupayakan tetap utuh.

Kemampuan ini menjadi salah satu alasan teknologi robotik berkembang untuk menangani berbagai kasus urologi. Awalnya, penggunaan robot banyak dikembangkan untuk operasi kompleks di area prostat, khususnya kanker prostat.

Posisi prostat yang berada di dalam panggul membuat tindakan operasi di area tersebut memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Dari sinilah penggunaan robotik kemudian berkembang untuk membantu dokter melakukan operasi dengan presisi yang lebih tinggi.