Perkembangan teknologi robotik juga mengubah pendekatan dalam operasi tumor ginjal. Saat ini, dokter dapat berupaya mengangkat bagian ginjal yang mengandung tumor dan mempertahankan jaringan ginjal yang masih sehat.
"Jadi sebisa mungkin ginjalnya kita pertahankan," ujar Prof Agus Rizal.
Ia menggambarkan perubahan pendekatan tersebut dengan sederhana. Jika dahulu keberadaan tumor pada ginjal dapat membuat seluruh ginjal diangkat, kini dokter berupaya mempertahankan sebanyak mungkin bagian ginjal selama tumor tetap dapat diangkat secara tuntas.
Seberapa banyak jaringan yang dapat dipertahankan bergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Dalam kondisi tertentu, bagian ginjal yang tersisa bisa tetap berfungsi sehingga tidak seluruh ginjal harus diangkat.
Penggunaan robotik di bidang urologi juga mulai berkembang untuk berbagai tindakan rekonstruksi. Salah satunya adalah penanganan penyempitan ureter, yaitu saluran yang membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih.
Penyempitan tersebut dapat berkaitan dengan kelainan bawaan maupun kondisi tertentu seperti batu ginjal yang sebelumnya melewati saluran kemih. Teknologi robotik dapat digunakan untuk membantu dokter melakukan tindakan rekonstruksi pada saluran tersebut.
Dengan perkembangan tersebut, penggunaan robotik tidak lagi terbatas pada satu jenis operasi. Teknologi ini juga mulai digunakan pada berbagai tindakan urologi yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Prof Agus Rizal melihat perkembangan teknologi robotik pada akhirnya tetap harus berorientasi pada kebutuhan pasien. Teknologi baru tidak semata-mata dikembangkan karena kecanggihannya, tetapi karena dapat memberikan manfaat dalam pelayanan kesehatan.
"Semua pengembangan teknologi itu berdasarkan kebutuhan dari pasien dan apapun yang kita kerjakan itu memberikan manfaat yang terbesar buat pasien," tutur Prof Agus Rizal.
Menurutnya, penggunaan robotik berpeluang semakin luas apabila biaya teknologi dapat ditekan dan produksinya semakin banyak. Kondisi tersebut dapat membuat teknologi robotik lebih mudah diterapkan pada berbagai jenis operasi di masa mendatang.
"Ada kemungkinan bahwa hampir semua tindakan operasi bisa dikerjakan oleh tindakan robotik," tuntas Prof Agus Rizal.