Sementara itu, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Tangerang Kompol Raden Mochammad Sofian menambahkan, untuk skema yang diterapkan dalam pengamanan ini, petugas tidak sekadar melakukan penyekatan lalu lintas, melainkan peningkatan patroli dan pengamanan ketat di titik-titik vital mobilitas masyarakat.

"Intinya kita bukan hanya penyekatan, tetapi pengamanan untuk mengantisipasi adanya pelajar yang ikut-ikutan aksi ke Jakarta. Pengamanan dilakukan di beberapa stasiun, gerbang-gerbang tol, serta meningkatkan patroli wilayah," jelasnya.

Dia menerangkan, pola pengamanan yang dikerahkan hanya bersifat antisipasi guna menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polresta Tangerang tetap kondusif. Selain pengamanan fisik di lapangan, pihak kepolisian juga mengedepankan upaya preventif edukatif dengan menerjunkan seluruh Bhabinkamtibmas ke sekolah-sekolah di wilayah Tangerang.

"Semua Bhabinkamtibmas dikerahkan ke sekolah-sekolah untuk memberikan imbauan agar para siswa tidak ikut serta dalam kegiatan aksi unjuk rasa dan tetap fokus belajar. Kami berkoordinasi dengan kepala sekolah, guru, hingga Dinas Pendidikan," jelasnya.

Polisi mengimbau pihak sekolah untuk dapat mengisi kegiatan pelajar dengan aktivitas positif, seperti ekstrakurikuler tambahan, sehingga meminimalkan potensi siswa bertolak ke Jakarta. Kemudian, terkait dengan langkah pemantauan dan pemetaan di media sosial perihal seruan potensi provokasi, Polresta Tangerang menyiagakan jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).