Promosi tersebut juga didukung oleh partisipasi Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia yang memberikan informasi mengenai kebijakan keimigrasian, persyaratan masuk, dan prosedur perjalanan ke Indonesia. Informasi ini diharapkan dapat membantu pelaku industri pariwisata menjangkau pasar Thailand.

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menambahkan bahwa infrastruktur modern, aksesibilitas, serta keragaman budaya dan pengalaman kota menjadi modal Jakarta untuk bersaing di pasar MICE Asia Pasifik.

Partisipasi Disparekraf dalam IT&CM Asia 2026 turut mendukung ambisi Jakarta untuk masuk dalam daftar Top 50 Global Cities. Namun, daya saing sebagai destinasi MICE tidak cukup dibangun melalui promosi.

Tindak lanjut pertemuan bisnis, realisasi kemitraan, dan peningkatan jumlah event internasional menjadi indikator penting untuk menilai dampak partisipasi tersebut terhadap industri pariwisata dan ekonomi kota.