"Tidak selesai di sini. Tanggal 21, 22, 23 kita akan adakan simulasi bencana. Sehingga harapannya kita siap siaga," tegasnya.
Selanjutnya, Mas Hamenang mengapresiasi kekompakan Forkopimda, BPBD, relawan, serta seluruh stakeholder kebencanaan yang selama ini terus berkolaborasi dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi penanggulangan bencana di Kabupaten Klaten.
Ia menyebut, kolaborasi tersebut turut mendukung capaian Kabupaten Klaten yang berhasil menempati peringkat pertama di Provinsi Jawa Tengah dalam aspek yang berkaitan dengan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.
"Ini alhamdulillah bukti bagaimana Forkopimda berkolaborasi dengan luar biasa, BPBD dan juga stakeholder yang ada di wilayah, rekan-rekan relawan yang selalu guyub, selalu kompak, dan alhamdulillah kita selalu bersama-sama meningkatkan kompetensi," katanya.
Meski demikian, Mas Hamenang mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat seluruh pihak berpuas diri. Menurutnya, karakteristik bencana yang sulit diprediksi menuntut kesiapsiagaan dilakukan secara berkelanjutan.
"Tentu ini hal yang sangat membahagiakan, membanggakan, tapi juga tidak boleh kita cepat puas diri. Karena yang namanya bencana itu kita tidak tahu. Semakin sering kita kumpul-kumpul, rapat, semakin sering kita bisa mitigasi, sehingga kemudian kita bisa meminimalisir terjadinya bencana," pungkasnya.