NADIKABAR.COM — APP Group terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pertumbuhan ekspor nasional. Komitmen ini diwujudkan lewat kesepakatan perdagangan internasional dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Kesepakatan tersebut mencakup perluasan jangkauan pasar ke Jepang, Italia, Inggris, hingga Australia.
TEI 2026 yang digelar oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI ini mengusung tema 'The Ultimate Hub for Global Sourcing'. Pameran ini menjadi wadah strategis pemerintah dalam memperluas akses pasar ekspor sekaligus memperkuat daya saing produk nasional.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan pemerintah terus berupaya memperluas pasar ekspor di tengah tantangan perdagangan global. Langkah ini menjadi bagian dari tiga program prioritas Kemendag untuk mendongkrak ekonomi.
"Kementerian Perdagangan memiliki tiga fokus program utama, yaitu pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan dari lokal untuk global," ujar Budi Santoso pada keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2026).
"Perluasan pasar ekspor merupakan upaya untuk membuka akses pasar-pasar ekspor yang baru di berbagai negara, salah satunya melalui perjanjian dagang," tambahnya.
Dalam ajang TEI ini, APP Group hadir melalui empat unit usahanya. Keempatnya meliputi PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, dan PT OKI Pulp & Paper Mills.
Mereka sukses mencatatkan lima nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang melibatkan jaringan perdagangan APP Group di luar negeri serta sejumlah pembeli internasional.
Momentum TEI 2026 juga dimanfaatkan APP Group untuk memperkenalkan produk unggulan, mulai dari kertas, kemasan, hingga tisu. Saat ini, produk-produk tersebut telah diekspor ke lebih dari 150 negara di dunia.
Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata menyebut kesepakatan dagang ini sebagai bukti tingginya kepercayaan pasar internasional terhadap produk buatan Indonesia.
"Dengan jangkauan pasar ke lebih dari 150 negara, kami berupaya mendukung langkah pemerintah memperluas akses pasar, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global," kata Suhendra.
Menurutnya, pengembangan pasar ekspor perlu diiringi dengan inovasi, efisiensi operasional, dan praktik bisnis yang bertanggung jawab. Hal ini dijalankan perusahaan lewat inisiatif Sustainability Roadmap Vision 2030.
"Melalui inisiatif ini, kami berupaya mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam kegiatan operasional. Kami percaya keberlanjutan dan inovasi merupakan fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekspor Indonesia secara berkelanjutan," pungkasnya.