Kondisi tersebut juga berkaitan dengan pengobatan berlebihan yang mencakup pemeriksaan, tindakan, atau pengobatan yang melebihi kebutuhan medis pasien. Hal itu pada akhirnya dapat membebani rasio klaim perusahaan asuransi dan anggaran kesehatan perusahaan.

Dia menilai melalui integrasi layanan telemedisin dengan jaringan administrasi kesehatan, anggota dapat berkonsultasi dengan dokter berlisensi sebelum memutuskan untuk mendapatkan layanan secara langsung di klinik atau rumah sakit.

Pendekatan tersebut juga dapat membantu perusahaan dan asuransi menjaga penggunaan manfaat kesehatan agar tetap sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, perluasan akses telemedisin juga berkaitan dengan perubahan kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi kesehatan. Semakin banyak masyarakat yang mencari jawaban atas keluhan kesehatan melalui chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI).