NADIKABAR.COM — Apple dilaporkan menaikkan permintaan produksi ponsel lipat perdananya, iPhone Duo, sebesar 44 persen dari pemasoknya demi merespons lonjakan permintaan pasar sejak masa prapesan (pre-order) dibuka pekan lalu.

Dilansir dari laporan GSM Arena pada Kamis (22/10) waktu setempat, berdasarkan laporan dari sumber rantai pasok, mitra perakitan utama perangkat Apple, Foxconn, bersama para pembuat komponen telah menerima instruksi untuk meningkatkan target pengiriman dari semula 9,7 juta unit menjadi 14 juta unit untuk masa produksi 12 bulan pertama.

Penyesuaian target ini menyusul dinamika estimasi produksi sebelumnya. Pada Juli lalu, Apple dilaporkan meminta para pemasok menyiapkan sekitar 10 juta unit ponsel lipat pada 2026.

Namun pada September, analis Jeff Pu memprediksi volume produksi tahun ini hanya akan mencapai 6 juta unit akibat kendala manufaktur pada komponen engsel.

Meskipun pesanan komponen telah ditingkatkan, hasil produksinya masih sangat bergantung pada kelancaran proses perakitan, mengingat laporan sebelumnya mencatat adanya tantangan teknis pada perakitan panel layar dan engsel.

Kendati demikian, peningkatan target ini dinilai bakal mempercepat pertumbuhan pasar ponsel lipat global, yang diproyeksikan melonjak 25,7 persen pada 2026 dan 59,1 persen pada 2027.

iPhone Duo dijadwalkan mulai dijual secara resmi pada hari ini, Jumat, dengan harga mulai dari 1.999 dolar AS atau setara Rp36 jutaan.

Karena tingginya antusiasme konsumen, Apple memperingatkan keterbatasan stok unit iPhone Duo untuk pembelian langsung (walk-in) di gerai resmi serta menerapkan kebijakan pembatasan pembelian maksimal dua unit per pelanggan.

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha