Korban jiwa mencakup warga sipil dan tawanan perang. Mereka dipaksa Jepang untuk menjadi sebagai 'pekerja khusus'.

Pihak pengelola Jepang sempat menutupi angka sebenarnya dan hanya mencantumkan 1.327 korban tewas pada monumen kuburan massal (Rouqiufen/Wanrenfen).

Dalam hasil investigasi resmi sebulan kemudian, pihak Jepang terbukti melakukan kesalahan dan telah melakukan kebohongan terkait ledakan. Sanksi yang dijatuhkan hanya berupa pemotongan 1/10 gaji tahunan bagi pejabat departemen batu bara perusahaan. Kebenaran ini baru dibuka bertahun-tahun kemudian oleh saksi sejarah, yakni teknisi China yang terlibat dalam investigasi.

Area bencana kini mencakup dua peninggalan utama, yaitu Central Inclined Shaft (本溪煤矿中央大斜井) dan Kuburan Massal Rouqiufen (肉丘坟).

Seluruh kompleks ini telah ditetapkan oleh Pemerintah China sebagai Unit Perlindungan Benda Cagar Budaya Penting Nasional serta dikembangkan sebagai taman peringatan dan museum sejarah industri.