Sepanjang karier saya bersama tim nasional, saya selalu memacu diri melampaui batas kemampuan. Saya ingin menang, saya ingin menjadi lebih baik, saya ingin mencatatkan sejarah. Saya selalu menuntut yang terbaik dari diri sendiri. Saya selalu menginginkan lebih. Saya selalu yakin kita bisa melangkah lebih jauh. Dan saya telah memberikan segalanya yang saya miliki untuk seragam ini.
Ada sore dan malam yang terasa sempurna. Ada kemenangan-kemenangan yang tidak akan pernah saya lupakan. Ada pula kekalahan yang masih terasa menyakitkan saat diingat kembali.
Saya pernah melakukan kesalahan. Saya pernah merasakan penderitaan. Ada kalanya saya tidak mampu memberikan apa yang begitu didambakan oleh masyarakat Portugal. Namun, saya tidak pernah menyerah. Dan yang terpenting, saya tidak pernah berhenti merasa bangga bisa mewakili Portugal.
Selama bertahun-tahun, saya belajar beberapa hal yang sangat sederhana: Gol akan memudar. Trofi berakhir di museum. Rekor pada akhirnya akan dipecahkan. Namun, ada sesuatu yang tidak akan pernah bisa dihapus oleh waktu: tempat yang kita miliki di hati orang lain. Jika saya pernah membuat Anda bahagia, jika salah satu gol saya pernah membuat Anda memeluk seseorang, melupakan kekhawatiran, atau merasa bangga dengan negara Anda, maka semua itu sungguh berharga. Karena menjadi orang Portugal juga berarti seperti ini. Kita menderita bersama. Kita bangkit bersama. Kita kembali percaya.
Portugal akan selalu membutuhkan anak muda yang berani bermimpi. Para pemain yang pantang menyerah. Generasi baru yang percaya bahwa mungkin untuk mencapai tempat yang belum pernah dijangkau siapa pun sebelumnya. Sebab, sebuah negara yang terus melahirkan pahlawan-pahlawan baru adalah negara yang tidak pernah berhenti percaya pada dirinya sendiri."