"Permintaan ini berada di luar rencana pemulihan fisik dan pelatihan saya, karena saya hanya akan bermain pada laga keempat bulan di EstΓ‘dio do DragΓ£o (melawan Norwegia). Tetapi tentu saja saya setuju. Dia menjawab saya, bahwa saya harus siap karena saya akan bermain 30 menit."
"Dan sisanya sudah tahu semuanya. Saya mulai melakukan pemanasan dari babak pertama, menyaksikan menit-menit berlalu, dan tidak ada yang memanggil saya. Pelatih melanggar janjinya," ungkap Ronaldo.
Setelahnya, Ronaldo mengklaim Jesus mengajaknya bicara. Dalam diskusi itu, Ronaldo mengatakan Jesus akan meminta maaf kepadanya di depan wartawan jelang melawan Denmark. Ronaldo merinci ada dokumen kesepakatan yang intinya Jesus mengaku salah mengabaikan Ronaldo.
"Empat puluh delapan jam kemudian, kami mengadakan pembicaraan, saya, sang pelatih, dan Simo Coutinho (direktur Al Nassr), karena dia mengikuti percakapan kami. Itu adalah momen yang sangat mendalam dan jujur, tanpa ada keraguan sedikit pun," ungkap Ronaldo.
"Kami sepakat hanya ada satu cara untuk mengakhiri "kasus" ini: sang pelatih akan mengulangi apa yang baru saja dia sampaikan kepada saya secara pribadi, di hadapan Simo Coutinho, namun di ruang konferensi pers. Kesepakatannya sederhana: sang pelatih akan memulai konferensi pers dengan topik ini, berusaha menyelesaikan masalah dengan mengatakan yang sebenarnya. Ia akan mengatakan bahwa saya tidak pernah meminta untuk bermain, bahkan hanya beberapa menit saja, dan sang pelatih sendiri, bukan orang lain, yang mengusulkan rencana pemusatan latihan ini, serta mengakui adalah kesalahannya untuk hanya melibatkan saya dalam pemanasan tanpa membiarkan saya bermain, dan bahwa, jika hal itu terulang, ia tidak akan melakukannya lagi," kata Cristiano Ronaldo.