"Tadi kan dari Dinas Kesehatan juga cek juga secara prosedur dicek bahwa ini hanya keterlambatan untuk dimakan," tegasnya.

Seandainya pun dapurnya harus dihentikan sementara, pihaknya akan legawa dan menerima kenyataan. Namun, menurutnya, hal itu tak wajar jika hasil uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum keluar.

"Tapi ada ketidakwajaran sekarang gimana? Belum-belum. Hasilnya kan belum. Apa dia keracunan, apa dia sakit perut, apa-apa, belum," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansyah, belum merespons pertanyaan NadiKabar mengenai hasil uji laboratorium sampel MBG yang telah diamankan.

Terpisah, Ketua Satgas Program MBG NTB Fathul Gani menegaskan SPPG penyalur makanan kepada 352 siswa yang diduga keracunan akan disanksi.

"Kalau melihat situasi, otomatis suspend," ujar Ketua Satgas Program MBG NTB Fathul Gani ditemui di kantor Gubernur NTB, Jumat.

Fathul mengatakan ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan menu MBG tersebut sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Berdasarkan asesmen sementara, makanan yang dibagikan kepada para penerima manfaat tidak mencantumkan batas waktu makanan tersebut harus dikonsumsi.