"Nanti dibuka skema masyarakat bisa menyumbang buku," ujar Winengan.

Selain menambah koleksi Perpusda, Disarpus Lombok Barat juga berencana menghidupkan kembali perpustakaan desa (Perpusdes). Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus membantu menekan angka putus sekolah.

"Bagian dari itu, untuk menekan angka putus sekolah, supaya tidak ada lagi anak yang putus sekolah dan meningkatkan minat baca," ujar Winengan.

Menurut Winengan, kebutuhan anggaran untuk mengaktifkan kembali Perpusdes diperkirakan Rp 50 juta hingga Rp 100 juta untuk setiap perpustakaan.