Sebagai langkah awal, Disarpus telah memberikan pelatihan literasi kepada 50 guru dan 50 staf desa. Mereka nantinya diharapkan dapat membantu mengelola dan mengaktifkan kembali perpustakaan desa.

"Sudah dilakukan pelatihan literasi, 50 guru dan 50 orang dari desa untuk membantu perpustakaan desa," katanya.

Dari total 122 desa dan kelurahan di Lombok Barat, saat ini baru 27 perpustakaan yang masih aktif. Puluhan perpustakaan tersebut juga telah mengikuti perlombaan perpustakaan desa.

"27 Perpusdes sudah aktif. Itu sudah lama aktif, ada lombanya juga dan ada yang menang. Juara satu itu Desa Sandik," tandasnya.