"Jika bagian naskah terpisah atau rusak, perlu dilakukan upaya untuk menyambungkan kembali bagian-bagian tersebut agar naskah dapat dibaca, sehingga bantuan bahan-bahan kimia ini tentu sangat penting, bahkan ketika bagian tertentu sudah hilang, terdapat kemungkinan dilakukan rekonstruksi untuk mengetahui atau memperkirakan isi teks," paparnya.

Bantuan teknis berikutnya yang diberikan oleh Perpusnas untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pelestarian naskah kuno Nusantara yakni digitalisasi naskah melalui teknologi atau peralatan yang sehari-hari digunakan pemilik, misalnya gawai.

"Misalnya dengan melakukan pemindaian atau pemotretan menggunakan kamera. Tim Perpusnas telah memperoleh pelatihan digitalisasi naskah melalui program Fulbright dari Amerika Serikat, mencakup pemanfaatan peralatan yang tersedia di lingkungan sendiri untuk memotret naskah dan mengubah hasilnya menjadi file digital," tuturnya.