NADIKABAR.COM — Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI siap mendukung penambahan dan validasi formasi pustakawan di Universitas Nusa Cendana (Undana), NTT, guna memperkuat pengelolaan perpustakaan dan meningkatkan layanan literasi bagi lebih dari 34 ribu sivitas akademika.

Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Perpusnas RI Agus Sutoyo dalam kunjungan kerjanya di Kupang dan meninjau Perpustakaan Undana, Senin mengatakan Undana membutuhkan dukungan tenaga pustakawan yang memadai, baik pada jenjang keterampilan maupun keahlian, untuk mengoptimalkan pelayanan perpustakaan.

"Peran pustakawan ini sebagai sumber daya utama di perpustakaan. Koleksi dan sivitas akademika di Undana ini banyak sekali mencapai 34 ribu, sehingga alokasi kebutuhan formasi pustakawan mulai dari jenjang terampil hingga ahli dapat diajukan oleh pimpinan. Setelah diusulkan ke Kemendikti, kami di Perpusnas siap memvalidasi dan mengeluarkan surat rekomendasi resmi," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Agus didampingi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT Prisila Q. Parera dan disambut Kepala UPT Perpustakaan Undana Silvester Tena.

Rombongan meninjau sejumlah fasilitas perpustakaan, meliputi ruang kerja pengelola, layanan digital, ruang koleksi bahan pustaka, serta aktivitas mahasiswa dan dosen yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

Agus menilai ketersediaan pustakawan yang kompeten menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan perpustakaan perguruan tinggi, terutama yang memiliki jumlah pengguna dan koleksi besar. Karena itu, pemenuhan kebutuhan tenaga pengelola perlu disesuaikan dengan beban kerja dan standar pelayanan perpustakaan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPT Perpustakaan Undana Silvester Tena mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan universitas untuk menindaklanjuti rekomendasi Perpusnas terkait kebutuhan formasi pustakawan.

"Masukan dari Pak Agus sangat berarti bagi kami. Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi merupakan pusat sumber ilmu dan informasi. Melalui momentum ini, kita akan terus berkoordinasi dengan pimpinan universitas untuk menindaklanjuti proses pengembangan SDM pustakawan," katanya.

Ia mengatakan penguatan sumber daya manusia diperlukan untuk meningkatkan mutu layanan sekaligus mempertahankan kualitas akreditasi perpustakaan yang telah memperoleh predikat A.

Selain pemenuhan formasi tenaga pustakawan, kunjungan tersebut juga membuka peluang kerja sama antara Undana, Perpusnas RI, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT dalam meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan.

Kerja sama itu diarahkan pada pelatihan dan pengembangan kapasitas pustakawan serta penguatan literasi digital bagi mahasiswa dan dosen agar perpustakaan semakin mampu menjawab kebutuhan akses informasi di lingkungan perguruan tinggi.