Ia mengatakan Perpustakaan MPR RI juga diarahkan menjadi pusat literasi konstitusi dan pembelajaran Empat Pilar MPR, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Budi, inovasi layanan diperlukan agar perpustakaan tetap relevan dan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemustaka.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti sesi meracik matcha atau teh hijau khas Jepang. Budi mengaitkan proses peracikan minuman tersebut dengan pentingnya kolaborasi antarsatuan kerja di lingkungan Setjen MPR RI.

Setiap unit kerja, lanjut dia, memiliki lingkup tugas berbeda, tetapi seluruhnya perlu bersinergi untuk mencapai tujuan organisasi, yakni memberikan pelayanan optimal kepada pimpinan dan anggota MPR serta masyarakat.