NADIKABAR.COM — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyiapkan sejumlah langkah untuk memulihkan fungsi ekologis Gunung Muria, menyusul penyusutan kawasan hutan yang berdampak pada ketersediaan air dan meningkatkan ancaman banjir di wilayah sekitarnya.

"Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan rorak atau lubang resapan air di kawasan hutan. Infrastruktur sederhana ini diharapkan mampu menahan limpasan air hujan agar tidak langsung mengalir ke wilayah hilir, sekaligus meningkatkan peresapan air ke dalam tanah untuk membantu menjaga ketersediaan sumber mata air," ujarnya saat berdiskusi dengan Komunitas Pegiat Konservasi Alam (Peka) Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Rabu.

Menurut dia pembuatan rorak tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan hasil, dibandingkan dengan menanam pohon harus menunggu 10 tahun dan rorak dapat menyuburkan tanaman.

Ia menyoroti dampak kerusakan kawasan Gunung Muria terhadap tiga kabupaten penyangga, yakni Kudus, Jepara, dan Pati. Dalam dua tahun terakhir, wilayah tersebut mengalami sejumlah kejadian banjir hingga longsor.

Gunung Muria memiliki 11 aliran sungai yang berperan penting bagi kawasan di sekitarnya. Menurut Taj Yasin upaya konservasi perlu dilakukan untuk memperlambat aliran air dari kawasan hulu sekaligus menjaga keberlangsungan sumber mata air.

"Kenapa saya minta untuk bikin rorak, supaya airnya tidak langsung ke bawah. Otomatis sumber-sumber air yang sudah ada akan terisi. Ini yang perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat," ujarnya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menegaskan, pentingnya pengendalian alih fungsi kawasan hutan, terutama perluasan lahan yang berpotensi mengganggu fungsi ekologis Gunung Muria.