Taufik Qurochman mengatakan kolaborasi menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di kawasan gambut yang membutuhkan dukungan sumber daya dan koordinasi secara berkelanjutan.
Penanganan karhutla di HLG Londerang merupakan kerja bersama. Berbagai unsur berkolaborasi dalam pemadaman, pembasahan, pengelolaan sumber air hingga pemantauan kondisi areal.
“PT WKS mendukung upaya tersebut dengan mengerahkan personel serta berbagai sarana dan peralatan yang dibutuhkan di lapangan,” ujar Taufik.
Untuk mendukung operasi pemadaman, PT WKS mengerahkan 12 unit alat berat, antara lain digunakan untuk membantu pembuatan dan penguatan sekat serta pembersihan kanal. Tim Water Management juga melakukan pengelolaan sumber air untuk mendukung pemadaman dan pembasahan di area yang ditangani.
Dukungan operasi darat diperkuat dengan 24 unit pompa pemadam berbagai jenis, sembilan kendaraan operasional roda empat, 15 unit sepeda motor, sekitar 120 set Sambunesia untuk pendinginan lahan gambut, serta ratusan rol selang pemadam. Sementara pemantauan kondisi areal dari udara didukung dua unit drone.