Sebelumnya, pada 30 September 2026, Danantara Indonesia dan Badan Pengaturan BUMN meminta Pertagas memperkuat peran dalam pengembangan jargas nasional, termasuk melalui penyiapan rencana induk yang mencakup kesiapan infrastruktur, model bisnis, dan pengembangan pasar.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 21 September 2026, pemerintah sedang membangun sekitar 119.379 sambungan rumah tangga jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota melalui program periode 2025–2026.

Dari program tersebut, Kementerian ESDM mencatat telah dibangun sebanyak 7.223 sambungan rumah tangga di Kabupaten Sidoarjo dan 7.363 sambungan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan jargas mencapai satu juta sambungan rumah tangga hingga 2028 sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan gas bumi dalam negeri dan memperluas akses energi masyarakat.

Sulthani menyampaikan masukan dari berbagai lembaga dan pelaku usaha diharapkan dapat melengkapi peta jalan pengembangan jargas agar program tersebut berjalan secara berkelanjutan dan merata.

"Kelengkapan masukan dari semua lembaga ataupun juga pelaku usaha itu bisa lebih melengkapi dari roadmap-nya," tutur dia.