NADIKABAR.COM — Jatibarang Field yang dikelola Pertamina EP (PEP) Zona 7 Regional Jawa Bagian Barat terus menggalakkan produksi minyak dan gas (migas) untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Hal ini dilakukan salah satunya melalui pengoperasian Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP-ABG).

Supervisor Production SP-ABG, Dedy Gradienda, mengatakan secara keseluruhan saat ini Lapangan Jatibarang yang memiliki ratusan sumur migas mampu memproduksi minyak mentah sekitar 11.000 barel per hari (BOPD). Di mana dari jumlah tersebut, fasilitas SP ABG merupakan salah satu penopang utama dalam jaringan produksi di kawasan.

"Kita masih bisa memproduksikan minyak per hari ini sampai di 11.000 barrel oil per day, yang mana untuk struktur dari SP ABG sendiri kita masih bisa berkontribusi di kisaran 2.500. Ya kurang lebih sekitar 25-30% dari total produksi Jatibarang itu dari SP-ABG, gitu," ujar Dedy di fasilitas SP-ABG, Indramayu, Selasa (22/9/2026).

Tak hanya minyak, lapangan ini juga mampu memiliki lapisan gas yang sangat besar. Sayang lapisan sumber energi ini memiliki kandungan gas dengan tingkat impurities yang sangat tinggi, yakni CO2 dan H2S content mencapai 65%.

Kondisi inilah yang kemudian membuat Pertamina sebelumnya tidak dapat memanfaatkan sumber daya alam tersebut sebagai sumber energi. Alhasil gas alam yang dihasilkan dari proses ekstraksi minyak bumi di kawasan ini harus dibakar agar tidak mencemari udara sekitar.