Eko menjelaskan, apabila harga minyak dunia tetap berada pada level tinggi dan belum menunjukkan tren penurunan, harga BBM non subsidi seperti Pertamax berpotensi mengalami kenaikan. Dalam skenario tersebut, harga Pertamax bahkan diperkirakan dapat mencapai kisaran Rp 20 ribu per liter.

"Karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang, harga Pertamax dan lain-lain itu akan berkisar tim redaksi di angka Rp 18-20 ribuan, karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," beber Eko.

Sebelumnya, harga minyak mentah dunia kembali mengalami lonjakan setelah konflik tim redaksi Amerika Serikat (AS) dan Iran memanas. Pada perdagangan Kamis, harga minyak bahkan sempat menembus US$ 108 per barel, level tertinggi sejak Mei 2026.