"Capaian ini merupakan wujud nyata komitmen kami menjaga keandalan listrik panas bumi. Hasil ini buah dari disiplin mengelola reservoir, kesiapan pembangkit, dan eksekusi pemeliharaan yang semakin efisien. Dengan begitu, kami terus menghadirkan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan untuk menunjang ketahanan energi nasional," katanya.
Andi menjelaskan, kinerja produksi PGE didukung oleh keandalan pembangkit yang terjaga. Hingga September 2026, Equivalent Availability Factor (EAF) kumulatif mencapai 98,51 persen melampaui rencana sebesar 92,20 persen. Sementara itu, Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) tercatat 0,21 persen, lebih rendah dibandingkan batas rencana 1,48 persen.
Dari lima area operasi, Kamojang mencatat produksi 1.438 GWh atau 118,77 persen dari target, dengan kontribusi sekitar 35 persen terhadap total produksi.
Lumut Balai menghasilkan 702 GWh atau 115,84 persen dari target, didukung tingginya permintaan listrik serta kesiapan pasokan uap dan pembangkit. Adapun Lahendong mencatat 658 GWh atau 106,44 persen dari target, seiring tingginya penyerapan listrik dari unit pembangkit yang beroperasi.