"Kebersihan lingkungan dan daerah wisata saling terkait, karena kalau daerahnya bersih, wisatawan akan senang hadir. Dengan adanya Bank Sampah ini, kami turut mengedukasi masyarakat sekitar untuk bisa memberikan nilai tambah, dan menghasilkan nilai rupiah yang tidak kecil dan bermanfaat bagi mereka," ujar Arya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026).

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pertamina memberikan bantuan motor listrik roda tiga sebagai pengangkut sampah dan tempat penampungan sampah berukuran besar. Kehadiran kendaraan pengangkut sampah ini juga membantu pengelola menjangkau masyarakat di Desa Kuta yang terdiri dari 20 Dusun.

Ketua Bank Sampah Putri Nyale Hanila mengatakan meningkatnya aktivitas masyarakat dan dunia usaha, termasuk selama gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, membuat layanan pemilahan dan pengolahan sampah semakin dibutuhkan.

Bank Sampah Putri Nyale berdiri pada 2022 untuk menjawab kebutuhan pengelolaan sampah di Desa Kuta, yang saat itu belum memiliki fasilitas pemilahan dan pemrosesan memadai. Pengelola mengajak masyarakat untuk lebih peduli, mulai memilah sampah agar lingkungan lebih bersih dan nyaman.