Hanila mengatakan kegiatan bank sampah sempat terhenti pada 2023 akibat kendala pasokan air dari sumur bor serta keterbatasan fasilitas. Dengan kolaborasi berbagai pihak, operasional bank sampah kembali berjalan dan berkelanjutan.

"Pertamina kemudian hadir memberikan bantuan kendaraan roda tiga pengangkut sampah elektrik, tempat sampah berukuran besar. Hal ini sangat membantu untuk kegiatan Bank Sampah Putri Nyale," tutur Hanila.

Ia menjelaskan, sebelumnya keterbatasan kendaraan membuat pengangkutan sampah belum optimal. Bantuan kendaraan listrik dari Pertamina memungkinkan pengelola memperluas jangkauan penjemputan dan mengangkut sampah dalam jumlah lebih besar.

"Di kawasan Mandalika, permintaan penjemputan sampah juga meningkat, kami jadi terbantu untuk mengangkut dan memilah sampah," pungkas Hanila.