Serta melakukan perforasi pada lapisan top sand untuk mengoptimalkan produksi minyak sekaligus meminimalkan masuknya air, katanya.
Menurut Ruri, hasil evaluasi sumur BN-38 menunjukkan bahwa interval J-72 masih menyimpan potensi hidrokarbon yang belum terproduksikan secara optimal sehingga PEP Bunyu Field melaksanakan pembukaan kembali interval J-72.
βAlhamdulillah, hasil awalnya menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dan semoga bisa bertahan dalam waktu yang panjang,β imbuhnya.
Sementara itu, General Manager Zona 10, Darmapala, menyampaikan bahwa perusahaan terus menerapkan inovasi dan teknologi dalam kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan reaktivasi sumur-sumur migas, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, recovery rate, serta memperpanjang usia sumur.