Hasilnya, produksi gas dari Sumur JNG-003 meningkat dari 1,42 MMSCFD menjadi sekitar 2,7 MMSCFD. Sementara itu, produksi air berhasil ditekan dari 792 barel per hari menjadi sekitar 0,5 barel per hari.

Penurunan produksi air tersebut turut mengurangi kebutuhan penanganan sehingga operasi sumur dapat berjalan lebih efisien dan memberikan kontribusi gas yang lebih besar.

Tantangan berbeda ditemukan pada sumur JNG-004, yang belum kembali berproduksi. Untuk mengatasi hal itu, Pertamina EP Tambun Field mengembangkan inovasi STEP UP 2.0, yang memanfaatkan alat WireGateβ„’ RB Pulling Tool untuk mengangkat hambatan di dalam sumur.

Setelah akses sumur kembali terbuka, pekerjaan perbaikan dapat dilanjutkan hingga sumur kembali beroperasi. Melalui penerapan STEP UP 2.0, produksi gas dari Sumur JNG-004 mencapai puncak, yakni 3,53 MMSCFD.

Pekerjaan yang semula direncanakan berlangsung selama 16 hari berhasil diselesaikan dalam 12 hari, dengan biaya 25 persen di bawah anggaran.

Efisiensi waktu juga memberikan penghematan sekitar 800 liter bahan bakar, atau setara dengan estimasi pengurangan emisi sebesar 2,14 ton COβ‚‚e.