"Optimalisasi kawasan hutan di Gunungkidul diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan bahan baku secara mandiri sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar," kata Arya.
Komisaris Pertamina Nanik S Deyang mengatakan keterlibatan Pertamina merupakan bentuk kepedulian dunia usaha dalam mendukung ketahanan pangan nasional, di samping menjaga ketahanan energi.
"Yogyakarta ini identik dengan gudeg, namun selama ini belum memiliki sumber bahan baku mandiri, sehingga harus mendatangkan dari luar daerah. Pemanfaatan lahan di Gunungkidul ini adalah bagian nyata dari program ketahanan pangan," ujar Nanik di sela kegiatan panen dan penanaman pohon nangka bersama warga.
Pengembangan kawasan hutan pangan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Daerah DIY serta arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam pemanfaatan kawasan hutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengelolaannya melibatkan Kelompok Tani Hutan Lestari Wanaboga Nangka yang beranggotakan sekitar 400 petani lokal.
Untuk memperkuat keberlanjutan pertanian di lahan karst Gunungkidul, yang cenderung kering pada musim kemarau, program ini dikembangkan melalui sistem tumpang sari serta dukungan pengairan berbasis energi bersih.