"Dalam jangka panjang, kawasan ini tidak hanya diarahkan menjadi lumbung pangan dan sumber bahan baku kuliner, tetapi juga dikembangkan menuju kawasan eduwisata," kata Arya.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari menegaskan keberhasilan pengelolaan hutan tidak cukup diukur dari kegiatan seremonial, tetapi dari keberlanjutan dampak yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan.
"Ukuran keberhasilan kita adalah seberapa besar dampak yang tersisa lima hingga sepuluh tahun mendatang. Melalui Wanaboga Nangka, kita membuktikan bahwa ketika pemerintah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha bergandengan tangan, hutan tidak hanya lestari, tetapi juga memberi pangan, menjaga iklim, dan menyejahterakan desa," ujar dia.
Direktur Penunjang Bisnis Pertamina M Erry Sugiharto menambahkan hilirisasi produk pangan berbasis potensi lokal menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ekonomi desa.
Pada kesempatan tersebut, sebagai bagian dari penguatan dukungan bagi petani dan masyarakat sekitar, Pertamina Foundation menyerahkan dua unit kendaraan angkut roda tiga untuk mendukung mobilitas hasil panen kelompok tani.
Selain itu, diserahkan pula 20 paket bantuan pendidikan Sesama yang berisi tas dan alat tulis sekolah bagi anak-anak di sekitar kawasan hutan.