NADIKABAR.COM — Konflik yang terjadi di Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz memberikan dampak terhadap ketidakstabilan harga energi dan minyak mentah dunia. Eskalasi yang tak kunjung mereda ini juga turut berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menilai situasi saat ini jauh lebih pelik dibandingkan masa konflik Ukraina dan Rusia sebelumnya. Dampak dari perang di Timur Tengah membuat harga minyak dunia belum menunjukkan tanda-tanda stabil atau mengalami penurunan signifikan.

"Katanya hari ini harga dunia, BBM juga sedang naik lagi dibandingkan, jadi kalau berharap turun US$ 70 per barel atau US$ 60 per barel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera," ujar Eko dalam acara Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026).