Minyak jelantah dapat diolah menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF) serta bahan bakar ramah lingkungan lainnya.

"Minyak yang berasal dari rumah dan dapur kita dapat menjadi energi yang menggerakkan pesawat. Jadi dari dapur bisa menuju langit," katanya.

Menurut dia, Pertamina telah melakukan sejumlah uji penerbangan menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang dicampur dengan avtur konvensional, termasuk penerbangan Pelita Air rute Jakarta-Denpasar pulang pergi pada 2025 dengan campuran tiga persen SAF dan 97 persen avtur konvensional.

Saat memberi keterangan pers setelah acara, Simon mengatakan kerja sama dengan Kementerian Koperasi merupakan bagian dari upaya mendukung cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

β€œMinyak jelantah yang dibuang melalui saluran air berpotensi mencemari lingkungan sehingga perlu dikumpulkan dan diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat,” katanya.