"Jadi mereka terlambat diobati, akhirnya jumlahnya memang lebih besar. Kemudian ada juga penyakit yang membutuhkan tindakan bedah seperti hernia. Penyakit infeksi juga banyak, terutama infeksi paru," kata Tasia.
Selain itu selama pelayanan, Tasia juga menemukan kasus infeksi menular seksual serta gangguan kesehatan gigi dan mulut yang cukup banyak terjadi.
Selama hampir dua bulan pelayanan, kasus yang paling banyak membutuhkan perawatan inap merupakan pasien bedah, disusul sejumlah penyakit dalam seperti edema paru akut (Acute Lung Oedema/ALO) dan penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease/CKD).
Sementara itu perawat di RS Kapal Nusa Waluya II Josepha, menyampaikan kapal ini memiliki kapasitas 26 tempat tidur rawat inap, terdiri atas 15 tempat tidur untuk pasien dewasa laki-laki, delapan tempat tidur untuk pasien dewasa perempuan, serta sisanya untuk pelayanan kebidanan dan kandungan.