NADIKABAR.COM β Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat langkah pengembangan bioenergi nasional melalui kerja sama strategis dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
βIndonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bioenergi, baik dari sektor perkebunan maupun industri pengolahan. Melalui kerja sama ini, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut bersama para mitra untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dan memperkuat ketahanan energi nasional,β ujar Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Secara rinci, kerja sama tersebut adalah nota kesepahaman pengembangan energi terbarukan bersama PT Agrinas Palma Nusantara, penandatanganan Heads of Agreement (HoA) terkait penjajakan pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) bersama PT Agrinas Palma Nusantara, serta nota kesepahaman penjajakan riset dan pengembangan bioetanol 2G berbasis produk samping perkebunan dan pengolahan tebu bersama SGN.
Penandatanganan HoA dengan Agrinas Palma Nusantara ia sebut menjadi landasan penjajakan kerja sama pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi FAME di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 600.000 ton per tahun.
βMelalui HoA tersebut, kedua perusahaan akan melakukan kajian bersama untuk mengevaluasi potensi pengoperasian, pemeliharaan, revitalisasi, dan pengembangan fasilitas produksi FAME,β kata John.
Kajian mencakup aspek teknis, operasional, komersial, finansial, dan hukum guna menentukan struktur serta skema kerja sama yang layak.
Pelaksanaan kerja sama lebih lanjut akan mempertimbangkan hasil studi kelayakan, pemenuhan ketentuan yang berlaku, serta persetujuan dari pihak dan instansi berwenang.
Selain kerja sama pengembangan biodiesel, Pertamina NRE juga memperluas penjajakan pengembangan bioetanol melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama SGN.
Kesepakatan ini berfokus pada potensi riset dan pengembangan bioetanol generasi kedua (2G) dengan memanfaatkan produk samping dari kegiatan perkebunan dan pengolahan tebu.
Ruang lingkup penjajakan meliputi pembahasan aspek teknis, ketersediaan bahan baku, teknologi, rantai pasok, serta kelayakan ekonomi sebagai dasar evaluasi potensi kerja sama lebih lanjut.
Menurut Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE Harsono Budi Santoso.ββββββ, kerja sama dengan Agrinas Palma Nusantara diarahkan untuk mengoptimalkan fasilitas produksi FAME.
Sementara kerja sama dengan SGN berfokus pada pemanfaatan produk samping industri tebu untuk pengembangan bioetanol generasi kedua.
Kedua inisiatif ini akan ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan komersial untuk melihat potensi serta kelayakan kerja samanya, kata Budi.