NADIKABAR.COM — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Senin (14/9). Fasilitas ini dikembangkan sebagai platform pengembangan dan pengujian bioetanol berskala pilot, mulai dari pengembangan bahan baku (feedstock), budidaya, pengujian teknologi, hingga validasi proses produksi bioetanol.

Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis memaparkan tujuan dari dibangunnya Bioethanol Development Center ini dari sisi teknologi yang dikembangkan mengedepankan pendekatan multi-feedstock dan multi-generation technology, dengan memanfaatkan beragam potensi bahan baku dan teknologi produksi bioetanol generasi pertama (1G) maupun generasi kedua (2G).

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan potensi sumber daya lokal sekaligus mendukung pengembangan ekosistem bioetanol nasional.

Lebih lanjut, John Anis dalam pemaparannya menerangkan bahwa sorgum menjadi salah satu bahan baku yang menarik untuk dikembangkan karena memiliki potensi produktivitas dan siklus panen yang kompetitif.

"Yang menarik dari sorgum ini, selain produktivitasnya, siklusnya juga bisa tiga kali panen dalam setahun," ujar John Anis dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Pengembangan sorgum di Lampung diarahkan untuk menerapkan pendekatan multi-generation, yaitu memanfaatkan nira sebagai bahan baku bioetanol generasi pertama (1G), sementara batang atau bagian biomassa yang tersisa setelah pengambilan nira dapat dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol generasi kedua (2G).