Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan kerajinan yang melibatkan penyandang disabilitas, termasuk teman tuli dan penyandang disabilitas fisik.
Dalam pelaksanaannya, pembagian peran mempertimbangkan keterampilan, minat, serta kebutuhan aksesibilitas masing-masing anggota.
Teman tuli terlibat dalam pembuatan kerajinan bersama fasilitator, sementara anggota lainnya dapat mengambil peran dalam pemasaran, komunikasi produk, dan aktivitas usaha sesuai kemampuan masing-masing.
Penyesuaian tempat kerja dan peralatan turut menjadi perhatian untuk mendukung kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas selama kegiatan berlangsung.
"Kami berharap pendampingan ini dapat menjadi pijakan bagi KALEB Community untuk semakin mandiri dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Lilik.
Regenerasi Local Hero Program PADU Pertamina Patra Niaga IT Bitung Mega Yanti Makaminang mengatakan pendampingan yang berkelanjutan menjadi bagian penting agar potensi anggota kelompok binaan dapat berkembang.
"Melalui PADU, kami ingin memastikan teman-teman penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi yang mereka miliki," ujar dia.