Secara nasional, tambah Kitty, Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang menjadi perhatian, mengalihkan pasokan dari terminal penyangga apabila diperlukan, serta mengatur jadwal mobil tangki berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah.

Pemantauan dilakukan hingga BBM diterima dan dibongkar di SPBU guna memastikan proses distribusi berjalan optimal.

"Setiap wilayah memiliki tantangan distribusi yang berbeda, mulai dari peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan yang sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu. Karena itu, langkah penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan, antara lain melalui pengalihan pasokan, percepatan pengiriman, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait," kata Kitty menambahkan.

Selain memperkuat pasokan, Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan pengawasan distribusi dan pengaturan antrean di SPBU.

"Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga dilakukan untuk mendukung kelancaran distribusi serta memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan," ujar Kitty.