Peta program menunjukkan limbah sisa panen pertanian lebih dari 100 ton per tahun. Harga mangga saat panen raya pun bisa turun hingga 90 persen, dari Rp25.000 menjadi Rp2.500 per kg.

Untuk mengatasi tantangan itu, Pertamina Patra Niaga mengembangkan pemberdayaan masyarakat melalui tiga subprogram, yaitu Griya Mangga untuk penguatan budi daya ramah lingkungan, Griya Kreasi untuk pengembangan inovasi dan sarana budi daya, serta Griya Rasa untuk meningkatkan nilai tambah mangga lewat produk olahan.

Program ini juga melibatkan kelompok perempuan purna pekerja migran dan masyarakat rentan melalui pelatihan, pendampingan, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Limbah sisa panen mangga diolah menjadi pupuk organik berbasis bioaktivator, sementara sebagian komoditas mangga diolah menjadi produk turunan bernilai tambah.

Pemanfaatan bioaktivator kulit mangga mengurangi emisi hingga 0,168 ton CO2eq, serta mampu menciptakan kemandirian ekonomi dengan rata-rata pendapatan kelompok binaan mencapai Rp234 juta per tahun.