Berdasarkan paparan dalam forum tersebut, sektor energi menyumbang sekitar 26 persen emisi di ASEAN, sementara sektor pertanian dan limbah menyumbang sekitar 46 persen. Adapun sektor minyak dan gas berkontribusi sekitar 10 persen dari total emisi yang dibahas dalam pemaparan tersebut.

“Jika kita ingin mengurangi emisi di kawasan ASEAN, kita harus bergerak maju secara bersamaan di semua sektor tersebut,” ujar Astuti.

Dalam kesempatan tersebut, Astuti menyampaikan Pertamina berkomitmen dalam mengurangi emisi metana. Pertamina pun mendapatkan dukungan dari para mitra, seperti Bank dunia dan JOGMEC (Japan Organization for Metals and Energy Security).

“Kami bersyukur mendapatkan dukungan dari para mitra, seperti Bank dunia dan JOGMEC,” ucap Astuti.