Dalam paparannya mengenai Global Methane Tracker 2026, International Energy Agency (IEA) memperkirakan emisi metana dari sektor bahan bakar fosil mencapai sekitar 124 juta ton pada 2025.
Secara global, IEA memperkirakan upaya mitigasi emisi metana dari operasi minyak dan gas berpotensi meningkatkan ketersediaan gas di pasar hingga hampir 100 miliar meter kubik pada 2026.
Sementara itu, penghapusan pembakaran gas suar non-darurat (non-emergency flaring) berpotensi membuka tambahan volume gas sekitar 100 miliar meter kubik lagi.
“Di tengah krisis energi yang sedang berlangsung, penanganan emisi metana dapat membantu negara-negara meningkatkan keamanan pasokan gas mereka,” ujar penasihat hukum dan analis regulasi International Energy Agency (IEA) Sadhika Gulati.