NADIKABAR.COM — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menjalankan transformasi bisnis bersamaan dengan transformasi sumber daya manusia (SDM), agar perusahaan tumbuh secara berkelanjutan.

"Di tengah transformasi dan pertumbuhan bisnis perusahaan, kami meyakini bahwa transformasi bisnis harus berjalan bersama transformasi SDM," ujar Direktur Keuangan dan SDM PTK Eko Cahyadi, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, dengan adanya SDM yang kompeten, kepemimpinan yang kuat, dan kolaborasi yang solid, menjadi fondasi bagi PTK untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan.

Menurut dia, atas pencapaian itu, PTK mendapat apresiasi dari lembaga Top Business dengan capaian 5 stars sebagai level tertinggi.

Adapun pertimbangan pemberian penghargaan, antara lain keselarasan pengelolaan sistem SDM, yakni Human Capital Management System (HCMS) dengan strategi bisnis perusahaan, inovasi pengelolaan SDM dalam mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan, serta adanya praktik HCMS yang dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain.

PTK meraih penghargaan Top Human Capital Awards 2026 #5 Stars dan The Most Committed Top Leader on Human Capital 2026 untuk Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PTK Eko Cahyadi.

"Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi PTK untuk terus mengembangkan potensi perwira," ujar Eko pada acara Puncak Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026, di Jakarta, Kamis (29/10).

Eko mengungkapkan upaya PTK secara konsisten memperkuat pengelolaan human capital melalui pengembangan kompetensi, talent management, peningkatan produktivitas, penguatan budaya kerja, serta pemanfaatan digital untuk mendukung pengelolaan SDM yang semakin efektif.

Transformasi SDM tersebut, juga diarahkan untuk mengantisipasi perkembangan bisnis PTK menuju pasar dan peluang bisnis baru, termasuk perkembangan industri maritim yang semakin mengedepankan sustainability dan green maritime business.

PTK merupakan anak usaha Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina, yang memiliki operasional jasa maritim terintegrasi mencakup penyediaan dan operasional armada kapal penunjang (support vessel), pelabuhan (port operation), layanan maritim (marine service) dan pangkalan logistik pesisir (shorebase) di sejumlah wilayah strategis Indonesia.