NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Libya Abdulhamid Dbeibeh meresmikan sidang biasa ke-22 Dewan Eksekutif Komunitas Negara-Negara Sahel-Sahara (CEN-SAD) di Tripoli, Sabtu (7/11).

Menurut kantor berita Libya, pertemuan itu dihadiri para menteri luar negeri dari Mesir, Tunisia, Chad, Djibouti, Republik Afrika Tengah, Sierra Leone, Somalia, dan Guinea-Bissau, serta para kepala delegasi dari negara-negara anggota blok tersebut.

Pertemuan tersebut membahas restrukturisasi organisasi, mengaktifkan berbagai lembaga, serta memperkuat kerja sama regional.

Sesi pembukaan sesi tersebut juga dihadiri Hanna Tetteh, yang merupakan perwakilan khusus Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk Libya, bersama dengan beberapa duta besar dan perwakilan misi diplomatik.

Dalam sambutannya, Dbeibeh berharap CEN-SAD dapat berfungsi sebagai kerangka kerja regional yang mampu menyatukan berbagai upaya untuk mengatasi tantangan politik, keamanan, dan ekonomi.

Dia juga menyerukan koordinasi lebih erat dalam memerangi terorisme, kejahatan terorganisir, dan migrasi ilegal, serta dukungan yang lebih besar bagi keamanan perbatasan dan stabilitas regional.