Dbeibeh mengatakan sidang kali ini menandai tonggak penting dan langkah maju dalam memperkuat kerja sama dan koordinasi di antara negara-negara anggota, sekaligus menyerukan agar ditetapkan jadwal untuk menyelesaikan pemindahan sekretariat eksekutif organisasi tersebut ke markas besarnya di Tripoli.

Untuk mengatasi tantangan keamanan, ekonomi, dan pembangunan di kawasan tersebut, Dbeibeh mengatakan perlu peralihan dari koordinasi menuju tindakan bersama yang efektif, serta pemanfaatan kemampuan dan sumber daya dari negara-negara anggota untuk melaksanakan program-program yang sejalan dengan kepentingan rakyat mereka.

Dbeibeh menegaskan kembali komitmen Libya untuk menggunakan sumber dayanya dalam mendukung kerja organisasi tersebut dan memperkuat integrasi Afrika.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan bahwa Menlu Mesir Badr Abdlatty akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi Libya di sela-sela pertemuan dewan tersebut, guna membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama antarnegara anggota dan memajukan upaya pengaktifan mekanisme-mekanisme organisasi.

Di sela-sela pertemuan tersebut, Abdelatty bertemu dengan Menlu Chad Abderaman Koulamallah, Sabtu, untuk membahas upaya memperkuat hubungan bilateral, menindaklanjuti kerja sama antara kedua negara, serta bertukar pandangan mengenai isu-isu regional yang menjadi kepentingan bersama.