NADIKABAR.COM — Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 dimulai di Amerika Serikat, Jumat, dengan agenda membahas tantangan ekonomi global yang mendesak, ketegangan geopolitik, dan isu-isu keamanan internasional.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjadi tuan rumah pertemuan yang berlangsung di Atlanta, Georgia, itu dengan fokus utama pada pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi dan pangan, kebebasan bernavigasi, serta ketahanan rantai pasok global.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah berbagai konflik internasional yang masih terjadi, termasuk perang di Ukraina dan ketegangan yang melibatkan Iran, yang terus menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas regional serta dampaknya terhadap ekonomi global.

Para peserta yang hadir antara lain Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Fidan dijadwalkan untuk membahas situasi di Jalur Gaza, ketegangan antara AS dan Iran, serta pentingnya menjaga jalur maritim strategis.

Dia juga diperkirakan akan menekankan upaya diplomatik Turkiye dalam mendorong keamanan dan stabilitas regional.

Lavrov, yang memimpin delegasi Rusia, diperkirakan akan menyerukan kerja sama ekonomi yang lebih erat serta dialog yang setara di antara anggota G20.

Moskow juga mengkritik keputusan Washington untuk mengecualikan Afrika Selatan dari proses G20, seraya mendesak agar hak keanggotaan negara tersebut dipulihkan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Afrika Selatan tidak akan menerima undangan untuk menghadiri KTT tahun 2026.

Keputusan itu menyusul boikot Washington terhadap KTT di Johannesburg dan didasari oleh klaim Trump mengenai persekusi terhadap petani kulit putih di Afrika Selatan.

G20 merupakan forum internasional yang mempertemukan negara-negara dengan perekonomian maju dan berkembang utama di dunia untuk mendiskusikan serta mengoordinasikan kebijakan ekonomi global dan menangani berbagai tantangan internasional yang krusial.

Dibentuk pada 1999 setelah krisis keuangan Asia, keanggotaan forum tersebut kini terdiri dari 19 negara, Uni Eropa, serta Uni Afrika yang bergabung pada 2023.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia