Komjen Dedi sempat melihat kondisi kelas digital, kelas judo, kelas menembak dan dormitory, juga sempat mengajak berbicara sejumlah siswa. Termasuk siswa polwan yang memiliki prestasi di bidang akademik, bahasa dan olahraga.
"Polisi bekerja dengan masyarakat. Karena itu kemampuan komunikasi menjadi kompetensi utama. Apa yang dipelajari di kelas harus bisa dibawa ke lapangan," tutur Komjen Dedi.
Fransina Putri Iriani Blesya, siswa asal Polda Papua Barat Daya, menjadi salah satu yang diajak berbincang oleh Komjen Dedi. Fransina merupakan lulusan SMA dengan Kurikulum Merdeka dan pernah memperoleh beasiswa penuh Pemerintah New South Wales untuk menempuh Bachelor of Chemical Engineering di Macquarie University, Sydney, Australia.
Ia menguasai Bahasa Inggris aktif dan Bahasa Spanyol pasif serta memiliki prestasi OSN-P Ekonomi, OSN-P Astronomi, Olimpiade Ilmu Kedokteran Universitas Hasanuddin, Paskibraka tingkat provinsi dan Exhibition NZ Science. Ayahnya, Eduard Blesya, bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya, Supriyani, merupakan guru.